Senin, 14 November 2016

Kumpulan Puisiku



Khusus pecinta puisi, kali ini saya akan memberikan beberapa puisi yang tentunya hasil dari karya sendiri. Jika kita berbicara tentang puisi, berarti kita berbicara mengenai sastra. Hal ini karena puisi merupakan bagian dari karya sastra.
Di Indonesia sendiri, puisi dibagi menjadi beberapa periode. Namun, saya tidak akan membahas tentang periode-periode ataupun sejarah dari puisi. Yang ingin saya bahas adalah bagaimana cara menulis puisi yang bagus.

Penulisan puisi sama seperti penulisan lirik lagu. Yang menjadi pembedanya adalah penekanan keindahan kata dari puisi lebih baik dari pada penulisan sebuah lirik lagu, misalnya kata-kata yang bermajas, kata-kata pengandaiannya. Semua kata yang digunakan memiliki kelas yang sangat tinggi. Hal ini yang menjadikan puisi termasuk dalam pembelajaran di sekolah.
Berikut kumpulan hasil karya saya sendiri. Puisi-puisi dibawah ini mengikuti aturan puisi lama dan puisi modern.
Selamat membaca!


Seperti Mereka

Sepoi angin gugurkan dedaunan
Terbangkan debu tanpa ada jejak
Gumpalan awan pasrah melayang
Dihempas tanpa arah dan tujuan
Mentari berdiri tanpa menopang
Terangi hari tanpa mengeluh
Ombak saling berkejaran
Disambut ria pohon ketapang
Sudut aliran sungai menyambung
Sampaikan salam dari pegunungan
Janjikan mimpi yang sempurna
Diatas siklus kehidupan semu
Aku sejenak berpikir
Memandang melalui hati
Melayangkan pertanyaan dalam diri
Apakah aku seperti mereka?


#.viancapestrano (02-12-2014)


                       =  RASAKU DISINI  =

Hidupku terus beranjak mengikuti waktu.
Alurnya tak tentu dihempas jalanan.
Hanya mimpi yang mengiringi,namun.
Tak pernah nyata untuk ku raih.
       Untuk apa aku hidup?
       Untuk mati?
       Untuk menderita?
       Atau,mengetahui hidupku yang liar?
Aku bukanlah boneka!
Dibuang kerasnya opini mulut-mulut munafik.
Membakar aku bersama dahan pohon-pohon rapuh.
       Jiwaku belum beranjak dari raga.
      Nafasku belum ingin berhenti menemaniku.
       Ribuan tahun aku berdiri, tepat disini!
       Tapi sayang, aku hanyalah bayangan yang terlupakan.
       Dipandang tak terlihat.
        Mendengar tak bersuara.

#.viancapestrano (28-11-2014)


                  KERINDUAN SANG KEKASIH

Dia menunduk tanpa suara
Ada rasa yang terpendam
Di sana, menunggu tak henti
Di bawah pohon ketapang tua

Bumi terus mengitari mentari
Sejuknya pagi, indahnya rona petang
Sahabat sajatinya
Ketika penantiannya berlanjut

Bukan hati tak ingin
Waktu, keadaan terus  berpaling
Semua tak berpihak
Rindumu terbawa mimpi

#.viancapestrano (24-10-2014)


AKU DAN PELITA

Kala waktu takan menyapa
Apakah mataku tetap terbuka?
   Pelita kecil menyala redup
   Air matanya telah habis menetes.
   Samar-samar terlihat
Aku!Bukan,tapi dia.
Selalu bahagia.
   Siulan menghibur
   Dia bergantung dengan santainya.
   Aku sejenak mengejek.
   Bukan untuknya,tapi untukku
Sendiri,tak pernah bahagia.
Tertunduk dan tak pernah tersenyum.

      #.viancapestrano (11-09-2014)


= Kisah Penantian =

Suasana hati seperti belati
Menusuk mati tak tak pernah berhenti
Terus menunggu cinta sejati
Dalam peti dijaga seekor merpati
Dia menanti di tepi pantai
Menyusun rantai panjang menguntai
Dibawah melati yang selalu menyertai
Menemani harinya dengan bersantai
Gemulai ombak yang terurai
Menghempas nyiur belai menari
Sampaikan bisikan angin dengan berseri
Menantikan kabar
Menantikan kembalinya sebuah kisah
Sang mentari tersenyum memandang terbalik
Mengantarnya kembali seraya tersenyum berbalik
Semaikan pesan semakin membaik
Rindu yang ada terus membaik

#.Capestrano oktavian (24-11-2014)



 Di Persimpangan Itu

Bukanlah takdir atau pilihan
Dilepaskan tumpuannya dan menghilang
Dikhianati sayapnya
Dilupakan jemarinya
Ditengah persimpangan jalan itu
Dia masih tegap berdiri
Dia masih tegar bertahan
Hanya seorang diri
Saat tiba masanya
Waktupun pasti akan berpaling
Dirinya
Masih jalani dan terus jalani
Tetap setia dan masih manampakan diri
Mengejar waktu sebisa munkin
Ia adalah saksi
Derasnya arus melalang buana
Damainya alur berdendang sendu
Pohon di persimpangan sungai
Akankah ia tetap sperti itu?
Tetap tegar untuk berdiri
Tetap tegar menghalau goncangan
Untuk mereka semua

#.viancapestrano (04-12-2014)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar